[{"data":1,"prerenderedAt":125},["ShallowReactive",2],{"blog-building-nakara-studio":3},{"id":4,"title":5,"body":6,"cover":104,"date":112,"description":12,"excerpt":104,"extension":113,"images":114,"meta":115,"navigation":116,"path":117,"seo":118,"stem":119,"tags":120,"__hash__":124},"blog\u002Fblog\u002Fbuilding-nakara-studio.md","Kenapa Aku Rebuild Portfolio Pakai Nuxt?",{"type":7,"value":8,"toc":103},"minimark",[9,13,16,21,29,32,36,52,62,68,72,75,86,90,93,97,100],[10,11,12],"p",{},"Selama bertahun-tahun, portfolio-ku ya... portfolio biasa. WordPress, tema premium, isi data, selesai. Fokus-ku selalu ke project client, bukan ke website sendiri.",[10,14,15],{},"Tapi ada satu masalah: susah flex ke client kalau kamu pakai alat yang sama dengan semua orang.",[17,18,20],"h2",{"id":19},"titik-balik","Titik balik",[10,22,23,24,28],{},"Suatu hari ada calon client yang nanya, ",[25,26,27],"em",{},"\"website kamu sendiri pakai apa?\""," — dan aku agak malu jawab WordPress + tema Envato. Bukan karena itu salah, tapi karena aku tahu aku bisa bikin sesuatu yang lebih sesuai sama skill yang aku jual.",[10,30,31],{},"Jadi aku mulai dari scratch.",[17,33,35],{"id":34},"stack-yang-dipilih","Stack yang dipilih",[10,37,38,42,43,47,48,51],{},[39,40,41],"strong",{},"Nuxt 3"," — karena aku sudah nyaman sama Vue, dan Nuxt memberikan SSG out of the box yang bersih. Deploy ke shared hosting? ",[44,45,46],"code",{},"npm run generate",", upload folder ",[44,49,50],{},".output\u002Fpublic\u002F",". Selesai.",[10,53,54,57,58,61],{},[39,55,56],{},"@nuxt\u002Fcontent"," — konten berbasis Markdown. Nambah project baru tinggal buat file ",[44,59,60],{},".md",", tidak perlu database, tidak perlu panel admin.",[10,63,64,67],{},[39,65,66],{},"Tanpa UI framework"," — semua CSS ditulis manual. Ini keputusan yang agak ekstrem, tapi hasilnya jauh lebih ringan dan sepenuhnya dalam kontrol.",[17,69,71],{"id":70},"aesthetic-dark-dev-japanese-minimalism","Aesthetic: dark dev × Japanese minimalism",[10,73,74],{},"Aku tinggal di Bali, tapi visual referensi-ku banyak dari Jepang — tipografi ketat, banyak whitespace, warna yang tidak berteriak. Dikombinasikan sama feel terminal \u002F developer yang aku suka, jadilah NAKARA Studio.",[10,76,77,78,81,82,85],{},"Warna aksen? ",[44,79,80],{},"oklch(0.58 0.22 25)"," — merah tua yang tidak terlalu merah. Hampir seperti darah kering. Terdengar dramatis, tapi di atas background gelap ",[44,83,84],{},"#0a0b0d"," dia perfect.",[17,87,89],{"id":88},"hal-yang-paling-aku-suka","Hal yang paling aku suka",[10,91,92],{},"Page transition — dua panel merah tutup layar, nama NAKARA muncul sebentar, lalu terbuka lagi. Overkill? Mungkin. Tapi detail kecil seperti ini yang membedakan portofolio yang \"jadi\" dengan yang \"selesai dibuat\".",[17,94,96],{"id":95},"pelajaran","Pelajaran",[10,98,99],{},"Kalau kamu web developer dan portfolio-mu masih pakai template orang lain — itu valid, tapi ada value tersendiri kalau kamu bisa tunjukkan bahwa kamu bisa bangun sesuatu dari nol. Even kalau cuma satu halaman.",[10,101,102],{},"Ini versi pertama NAKARA Studio. Masih banyak yang mau aku tambahkan.",{"title":104,"searchDepth":105,"depth":105,"links":106},"",2,[107,108,109,110,111],{"id":19,"depth":105,"text":20},{"id":34,"depth":105,"text":35},{"id":70,"depth":105,"text":71},{"id":88,"depth":105,"text":89},{"id":95,"depth":105,"text":96},"2026-04-30","md",[],{},true,"\u002Fblog\u002Fbuilding-nakara-studio",{"title":5,"description":12},"blog\u002Fbuilding-nakara-studio",[121,122,123],"Nuxt","Vue","Personal","LKlpFTIzCCZtMmarfiEAyFU9cjOWlyn8FaPgnFxW8zs",1777533369547]